A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

:: Yayasan Danar Dana Swadharma ::

TENTANG YDDS
YDDS atau Yayasan Danar Dana Swadharma, merupakan sebuah yayasan yang didirikan oleh BNI pada tahun 1959 sebagai bentuk dari cita-cita Direksi BNI untuk menambah kesejahteraan pegawai dan pensiunan beserta keluarganya

Selain membantu memberikan kesejahteraan bagi para pensiunan, YDDS juga turut dalam pengembangan pendidikan formal maupun non formal.

Dalam perjalanannya selama lebih dari lima puluh tahun tersebut, YDDS telah mengalami banyak perubahan tahun demi tahunnya.


Sejarah
1959 : YDDS pertama kali didirikan dengan nama 'Yayasan Dana Kesejahteraan BNI'

1960 : Nama yayasan diganti menjadi ‘Yayasan Danar Dana’

1975 : Nama yayasan kembali dirubah menjadi Yayasan Danar Dana BNI 1946 atau YDD BNI 1946.
Upaya pewujudan kesejahteraan pensiunan tergambar dalam tujuan utama yayasan untuk mengusahakan tempat tinggal.

1980 : Nama yayasan menjadi DAPENSO setelah aset YDDS dimasukkan kedalam aset Dapenso
Selain mengelola manfaat pensiun , yayasan Dapenso juga menyelenggarakan program hospitalisasi serta kesejahteraan lainnya baik bagi pegawai maupun pensiunan.

1994 : Yayasan YDDS kembali berdiri sendiri setelah dikeluarkannya UU No 11 1992 yang menyatakan bahwa Dana Pensiun hanya dipergunakan untuk mengelola program Manfaat Pensiun.

2000 : Adanya penyesuaian Anggaran Dasar setelah terjadinya pengalihan pengelolaan Yayasan dari BNI ke Persatuan Pensiunan BNI. Nama Yayasan kemudian diubah menjadi Yayasan Danar Dana Swadharma atau yang disingkat dengan YDDS
Tujuan yayasan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan peserta (pensiunan) dan membantu pemerintah secara aktif dalam penyelenggaraan pendidikan untuk ikut serta mencerdaskan bangsa.

2002 : Anggaran Dasar kembali mengalami perubahan sesuai dengan UU No 16 2001. Pemangku kepentingan Yayasan adalah pensiunan dan Yayasan tidak lagi memiliki peserta.

2005 : Perubahan Anggaran dasar YDDS dalam upaya penyesuaian UU No.28 tahun 2004

2006 : Perubahan nama yayasan dari Yayasan Danar Dana menjadi Yayasan Danar Dana Swadharma yang disingkat dengan YDDS.


Tujuan yayasan adalah untuk bergerak dibidang sosial dan kemanusiaan, terutama untuk membantu meningkatkan kesejahteraan pensiunan BNI.



Visi dan Misi


Visi  :   Menjadi Yayasan Berkinerja Optimal yang Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Bagi Anggota Persatuan Pensiunan Bank Negara Indonesia serta Keluarganya.

 

Misi :  a.    Memelihara & berusaha mengoptimalkan pengelolaan kekayaan Yayasan, dalam upaya menjamin     kelangsungan pembayaran premi asuransi kesehatan serta meningkatkan kesejahteraan Anggota Persatuan Pensiunan Bank Negara Indonesia beserta keluarganya.

b.     Memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada Anggota Persatuan Pensiunan Bank Negara Indonesia.

Visi dan Misi YDDS ini tergambar dari tujuan dan fokus utama yang terus berkembang.
Saat ini fokus utama YDDS adalah untuk memberikan fasilitas kesehatan bagi para pensiunan. Diharapkan, YDDS dapat mendapatkan solusi agar program kesehatan pensiunan dapat memenuhi harapan dan bisa terus berkesinambungan.



Susunan Kepengurusan

Pembina :
Ketua            : Drs Mohammad Arsjad MM
Wakil Ketua   : Toni Indartono SH, MBA
Sekretaris     : Drs. Djoko Harjanto, MM
Anggota        : Drs. Soemadji

Pengawas :
Ketua            : Drs. Karsanto, MBA
Wakil Ketua   : Drs. FX Sukamdiarto, MM

Pengurus :
Ketua            : Salmidjas Salam, SH, MM
Bendahara    : Drs. Bambang Endratno, MM
Sekretaris     : Drs Tri Mulyo, MM

Ruang Lingkup Kegiatan

Dalam segala keterbatasannya, YDDS telah memberikan beragam jasa dan fasiltas kepada para pensiunan yang meliputi :

Pengelolaan pembayaran Premi BPJS Kesehatan
Fasilitas kesehatan pensiunan BNI yang semula dikelola melalui Asuransi Kesehatan BNILife, terhitung sejak 1 Januari 2015 dialihkan dikelola melalui BPJS Kesehatan dengan premi dianggung oleh YDDS.

Pemberian pinjaman lunak untuk biaya perawatan kesehatan yang tidak ditanggung Asuransi. 
Maksimal 10 kali besar manfaat pensiun yang diterima dan tidak lebih dari Rp. 15 Juta. Bunga pinjaman sebesar 0.5 % perbulan secara prorata, dengan jangka waktu angsuran maksimal 36 bulan dan total potongan keseluruhan maksimal 50 % dari manfaat pensiun.

Pemberian pinjaman lunak untuk keperluan Pendidikan
Besar pinjaman adalah 10 kali dari manfaat pensiun dengan batasan maksimum sebesar Rp. 15 Juta dan jangka waktu angsuran maksimal 36 bulan. Bunga pinjaman sebesar 0.5 % perbulan secara prorata dan total potongan angsuran seluruhnya maksimal 50 % dari manfaat pensiun yang diterima.

Pemberian beasiswa kepada anak pensiunan yang berprestasi di unit pendidikan milik YDDS (STMIK Swadharma dan Politeknik Swadharma)
Adanya pembebasan uang sarana dan prasarana dan beasiswa bagi mahasiswa dengan Index prestasi minimal 2.75.

Pemberian Fasilitas Cash Plan untuk Pensiunan BNI

Untuk Pensiunan BNI (Existing 2015) yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan, Peserta ASKES (PNS/TNI/POLRI) atau peseta BPJS Kesehatan yang sudah dibiayai oleh pihak ketiga (instansi Lain), dan sudah tercatat/dilaporkan ke YDDS diberikan fasilitas Cash Plan rawat inap melalui BNI Life, premi ditanggung oleh YDDS dengan benefit sbb.:

- Plan I (DIR/VP)                   Rp.700.000,-

- Plan II (AVP/MGR)             Rp.600.000,-

- Plan III (AMGR kebawah)  Rp.500.000,-


Pemberian Fasilitas tambahan kesehatan Pensiunan BNI

Terhitung mulai 1 Januari 2016, untuk membantu meringankan beban pensiunan dalam mengatasi biaya perawatan di Rumah Sakit untuk biaya rawat inap (telah melalui prosedur BPJS Kesehatan), namun ada biaya perawatan yang tidak ditanggung/dicover BPJS Kesehatan dengan syarat :

  1. Bantuan diberikan sebesar 50% dari biaya yang dibayar pensiunan ke Rumah Sakit dengan catatan jumlah maksimal Rp.20.000.000,- (duapuluh juta rupiah), dalam 1(satu) tahun per pensiunan dan pasangan.
  2. Terhitung mulai 01 April 2016 biaya selisih kelas/kamar dapat dibantu 50%, maksimal 5 (lima) hari, disebabkan karena keadaan terpaksa karena ruang rawat inap sedang terpakai seluruhnya (dibuktikan dengan surat keterangan dari Rumah Sakit Ybs), fasilitas kamar maksimal satu tingkat diatas haknya.
  3. Bantuan diberikan dengan sistem reimbursement
  4. Pelayanan kesehatan (rawat inap) dilakukan sesuai prosedur BPJS Kesehatan.
  5. Playanan kesehatan dilakukan di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
  6. Pemberian bantuan diberikan setelah diperhitungkan dengan santunan Optima Cash Plan BNI Life.

Pemberian Fasilitas Rawat Jalan Khusus Hemodialisa Pensiunan BNI

Adalah penggantian biaya cuci darah yang dihitung berdasarkan biaya perkunjungan. Banyaknya kunjungan dibatasi maksimal 1 (satu) kali dalam sehari dengan maksimal kunjungan 2 (dua) kali dalam seminggu, dengan plafon perkunjungan sebesar Rp.700.000,-